Kamis, 22 Maret 2018

ia di sekitarku.

ia mengikutiku
rasa menempel di tengkuk belakang
seperti masa lalu yang enggan dilupakan

ia menggigitiku
rasa nyeri di punggung benak
seperti ketakutanku akan esok
mimpi penuh himpit sesak

ia mengunyahku
rasa perih berdenyutan
hingga ke pangkal retina mata
ku pejam saja tak kunjung usai

ia mencabuti perlahan
surai kesadaranku
satu satu
matahari mengecil
angin semakin dingin

Klik.

gelap
suwung gung liwang liwung.

Jatibening, 05032018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

panggung kita

serupa di tengah panggung, berdiri canggung gemuruh penonton berdengung terkadang linglung mendadak bingung hidup adalah tonil bersiap berta...