Jumat, 30 November 2012

Sajian Hujan.

Betapa kenyangnya, saat menu "hujan" disajikan. Demikian lengkap; ada kerinduan yang terhenti, ada dusta yang tersapu rintik air, ada kilatan mata rela, sayang, juga marah. Semua memang tentang hujan.

Satu waktu yang selalu saja bernas makna. Rintiknya seperti nyanyian, anginnya desau nafas alam, dinginnya tarian rasa di balik kulit ari, dan geletar petirnya merobek nyali, porandakan sepi.

Kehangatan menjadi kemewahan, tebal jaket bertarung dengan deru AC; genggaman bertikai dengan angin bercampur air, dan percakapan penuh marah dan kesal berhadapan dengan galau yang sepi.

Ini yang kesekian kalinya "hujan" menampar-namparku. Ini yang kesekian kalinya "hujan" menarikku ke suasana aneh ini.... dan rintiknya terkadang menjadi abai oleh gelisahnya hati, yang mati-matian bertarung dengan sepi.

Aku berharap kau juga mencatat ini. Bahwa selalu saja ada satu waktu, di mana kita bisa menari dalam percakapan galau, sedang alam bernyanyi dalam melodi deras hujan, dan irama gemuruh angin dan dentam gelegar halilintar. Aku mencatatnya, rapih dalam ingatan. Bahwa aku pernah di sini, dalam birama ini, dan tetap bertahan dalam nada dasar ini.

Selasa, 20 November 2012

Marah

Aku takut matahari berpijar saat kau marah...
Aku terbakar bagai tembikar
meng-arang legam lalu mendebu abu
janganlah marah, karena marahmu melukaku di seluruh waktu...

Perisai jiwaku tak sanggup menahan panah marahmu
saat menghujam, berdarah aku rebah bernanah...
dan menghiba maafmu adalah pengobat luka
terserah kau papah aku, atau semata kau beri aku ludah....

Kata dan Ketiadaan

Pernahkah kau menuliskan sesuatu tentang seseorang yang kau tahu dia tak akan membacanya?
Lalu kata apa yang kau pilih?
Beranikah kau pilih kata yang tak ia sukai?
Atau kau masih meyakini bahwa kata akan tersimpan di setiap dinding ruang, dan waktu mungkin saja mempertemukan dengannya??
Sehingga kau tetap pilihkan kata-kata terbaikmu?

Jawabanmu mungkin saja: Entahlah.....

kita bisa....

(bukan sepenuhnya tulisanku, terserak di "Recent Updates" di layarku, aku kumpulkan saja, mohon ijinnya...)

Kita bisa menyaring kopi, tapi tak bisa menyaring sepi...
Kita bisa panggil bunyi, tapi tak bisa usir sunyi...

Kita bisa menyapu debu, tapi tak bisa menyapu rindu...
Kita bisa menyangkal kata, tapi tak bisa mengelak cinta...

Kita bisa menyeka keringat, tapi tak bisa menyeka hasrat
Kita bisa merebus nasi, tapi tak bisa menebus isi hati.

Kita bisa mengamputasi raga, tapi tak bisa mengamputasi rasa
Kita bisa bertukar kanvas, tapi tak bisa bertukar nafas.

Kita bisa mengusir gelap, tapi tak bisa mengusir senyap.

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...