Jelang lebaran tahun ini, Alhamdulillah, kami berkumpul dengan keluarga besar di Bani Afwaniy...
Ini sudah menjadi ritual rutin tahunan, kami berbincang di meja makan, bicarakan banyak hal. Dari masalah keluarga, sampai masalah ummat. Hehe... rasanya acara-acara talk show di tivi itu pun kalah seru.
Tema kami berloncat-loncatan, kami sempat membahas tentang "ketiadaan Visi bisa membuat rancu gerakan bisnis" tentunya nara sumbernya pebisnis dik Din yang tahun ini melakukan lompatan besar, dengan membuka di tiga tempat "Ayam Penyet Kalasan", juga "Sabda Alam" di jalan Kaliuarang, juga "kolam ikan" di Klaten. Beberapa tips dan trik diberikan, seru juga.. sayang tidak semua berhasil dicatat. Yang jelas, ada rencana-rencana ke depan yang insya Alloh akan menjadi bahan perbincangan bisnis di lebaran tahun depan. hehehe...
Juga tentang manajemen dakwah, terkait dengan ke-khususan pendidikan Pesantren yang memeliki figur sentral Kyai, dan pentingnya ruh pendidik dalam diri sang kyai. Karena tanpa itu, program lembaga pendidikan akan menjadi garing. Kehilangan "nyawa". Lebih menarik lagi, ini sama dengan koki yang masak tanpa perasaan bahagia, akan menghasilkan masakan yang tidak berkualitas...
Seni sejatinya bumbu yang memberi rasa pada setiap aktifitas kita. Terkadang seni diterjemahkan dengan dosis yang lebay, di satu sisi menjadi kelewat "bebas", menciptakan sosok yang "aneh" bahkan dianggap gila oleh lingkungannya. Kata mas Rain, sebenarnya mereka tidak gila, melainkan hanya tidak bisa terbaca ide-ide mereka oleh masyarakat di sekitar mereka. Mereka butuh penerjemah atas ide-ide besarnya....
Juga tentang "kejernihan" membaca pola, yang sebenarnya inilah kunci kesuksesan orang-orang besar meraih mimpinya. Bebekal kejernihan membaca pola itulah, keputusan hidup yang tepat dapat diambil, dan potensi-potensi di sekitar kita dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai apa yang kita inginkan... Sekali lagi, ini juga tetap butuh Visi dan Misi yang jelas...
Entahlah, perbincangan kami malam itu bertema tentang apa, karena nyaris semua hal kita bahas...
Yang jelas, ini bagian dari menu lebaran yang berkualitas, semacam mata kuliah yang padat nilai dan makna. Dan tentunya tetap dalam koridor "ikatan persaudaraan" dan bumbu Cinta.
Alhamdulillah....