Minggu, 27 Januari 2019

rindu berbisik

irama itu berdetak
nyaman dalam dada
senandung rindu
patah-patah

pada simponi malam
yang benar-benar malam
pada canda dalam mata; saja
rahsia yang terisap dalam-dalam

derit pintu
atau kadang gemerisik saja
senang untuk diulang dalam bincang-bincang
namun lewat mimpi; saja

karena ini rahsia malam
yang benar-benar malam

senyumku pada rembulan
sendu
tatapan entah
pada awan malam
pada bintang malam
dan sayup
suara hati, jerit sesaat; saja

ketukan pelan
atau panggilan perlahan
senang untuk diulang dalam bincang-bincang
namun lewat mimpi; saja

karena ini nestapa malam
yang benar-benar malam

mengejar angin itu
dalam labirin otak yang kehitaman
dalam malam
yang memang benar-benar malam

adakah ilalang itu
membelai dedaunan
menggoda gelora datang bertalu
dan menampar-nampar
indahnya
lalu petir
bahkan arus listrik yang dahsyat
terang sesaat
lalu gelap terulang
dalam bincang
karena sungguh, ini tentang malam
yang benar-benar malam

pada luka
pada jelaga
pada nestapa
pada rindu
terserak; patah-patah

ayuk
yuuk...
tanpa jawaban

sepi;

itulah derit pintu tanpa gelora
hanya dipandang lekat
tanpa sekat
tanpa godaan-godaan itu

lalu awan
semakin sepi; saja

udara menjadi gung liwang luwung...
rindu
perih
perih.

2010
Poetoe

(puisi lama, terserak di blog lain. )

Minggu, 30 Desember 2018

gema

rindu jadi bara
jarak jadi tatap
janji jadi bukti
bayang terlahap dekap

napas napas hempas terhempas
helaan udara yang terampas
hasrat yang terkupas
jengah meranggas

rindu dalam detak
jeda musnah dalam jarak
kata kata beranak pinak
bayang bayang elak mengelak

jelang kehangatan hilang
bersandar pada sadar
pernahlah indah itu jalang
ikan di trotoar gelepar menggelepar

lalu bertanda
bubuhkan jelaga di dada
semakin luka semakin lama
jika pun ini terakhir, bekal kenang ini kan menggema, lama.

Jakarta, 2112208
Poetoe

cerita kita

kereta tertahan
derita kau tahan
suara pelan
khawatirku kan terpisahkan

tanpa mantra kuterbangkanku
menyelinap di kantong bajumu
dalam perjalanan rindumu
yang bukan rindu padaku

dalam penuh sesak penumpang
aku senandungkan dendang
sebagai teman bak pohon rindang
di tengah kerontangnya siang gersang

hingga senja bergelanyut manja
saat maghrib menebar langit merah
menanti di depan stasiun berdebaran saja
sampai hadirmu dan senyum indah rekah

genggam tatap dalam lekat dan pekat
debar siul desir darah
mata tanpa sekat
paut mata jelas mengarah

kita mengukir nama kita
di tebing masa
hanya tentang kita
berendam di telaga rasa.

Bekasi, 21122018
Poetoe

jarak

rindu itu racun
temu yang tabu
sapa yang hampa
peluk yang terkutuk

cinta menggulita
sekat norma pekat
hasrat tersedak
waktu menggerutu

pada akhirnya berlabuh
tatap berhadapan utuh
namun saat sentuh
sekujur tubuh lumpuh

kau di dermaga
aku di seberang telaga
kau tak menunggu
aku terpaku dalam pukau

Bekasi, 20122018
Poetoe

pencarian

ruang ruang gelap, aroma arak, asap yang mengerak, rasa mencari cari yang memperjalankan kaki.

mata sembab, lantai lembab, aroma air tertahan lama, bercak bercak sisa usia terinjak sol sepatu.

di mana ah di mana

pencarian adalah rangkaian penasaran yang terikat duga dan hipotesa.

setiap teguk hanya tambahan dahaga
setiap peluk hanya tambahan jelaga

aku mencinta namun mana
aku mendamba namun untuk apa
aku menunggu namun reguk rindu tertawan di cawan masa
aku tertawa kubiar hasrat terlempar di rawa rawa

sudahlah ah sudahlah

Pancoran, 03 Desember 2018
Poetoe

Bagaimana rindu bekerja

aku tak mengerti bagaimana rindu bekerja
seolah selalu menunggu di depan pintu saja
tiba tiba sudah melompat ke ruang ingatan
seenaknya berlompatan bermain main dengan kenangan dan harapan

mungkin memang tak harus mengerti bagaimana rindu beraksi
biarkan saja ia menginterupsi
atas lintasan lintasan bisik hati
lalu kuasai ruang sidang nurani

dan aku tetap saja tak mengerti
bagaimana kau bisa ada di sini
berkemah di tanah lapang jiwa
di samping telaga kenangan
katanya rindu yang menerbangkanmu
hingga jarak tak berdaya
hingga waktu tak mampu
menghalangimu
menghalangimu.

Bekasi, 02122018
Poetoe

....

langkah terhenti lilin hampir padam
degub jantung berdentuman
antara pembuktian keimanan
atau kejelian memaknai keberanian

seperti barisan yang betapa rapinya
terikat erat oleh cinta
ketaatan yang sempurna
melampaui batas batas pemahaman yang sederhana

sesaat terhenti pastikan tetap ada cahaya
langkah perlahan hati hati membaca bahaya
namun tetap waspada dari jeratan syak wasangka
sesekali pejamkan mata biarkan nurani berkata

..........

Bekasi, 02 Desember 2018
Poetoe

rindu berbisik

irama itu berdetak nyaman dalam dada senandung rindu patah-patah pada simponi malam yang benar-benar malam pada canda dalam mata; saja ...