Minggu, 18 Februari 2018

romantika langit pagi

berkendara dan kau di belakangku
hela nafasmu bersama angin pagi mengeroyok leher belakangku
aku terpesona oleh segarnya
dan langit pagi tak biasa, berwarna merah
kau bilang betapa lama ia ditinggalkan,
sejak maghrib, langit merah itu terlahir
lewati malam gelap, hingga kini pagi ia masih tersisa di atas sana

mungkin bukan tertinggal melainkan ia dicuri oleh langit pagi
dan kini langit senja sedang kehilangan
bisa jadi ada senja di belahan bumi lain yang kehilangan warna merah langitnya

ah...

kita berdua dalam cakap tentang langit
bercumbu saja
langit mengintip, mungkin ia iri
tapi biarlah, kita nikmati saja selagi bisa bersama.

Bekasi, 19022018
Poetoe

Ngopi bersama Alien

tiba tiba menjadi sendiri
dimulai saat tegukan kopi pertama
seperti lenyap saja semua
tersisa aku dan hanya beberapa penggal kenangan

lalu kucoba terpejam
mencari teman dalam genangan di sudut otak

ada kamu, makhluk hijau berkepala besar dan bermata bulat lebar warna hitam saja.
aku duduk di sebelah
berbincang denganmu dalam diam
hanya saling tatap
bertukar kata melalui mata saja

banyak berita yang kita tertawakan
banyak fakta yang kita candai

Bekasi, 18022018
Poetoe

belajar menari

bermain tepuk tangan dengan anak,
belajar tentang harmoni
terkadang aku tangan kanan ia tangan kiri, ku terbuka ia menutup.
berulang ulang hingga hapal dan rasakan iramanya
tanpa komando kami paham kapan lebih cepat kapan lebih lambat.

aih, ia bahagia. aku juga.

demikian pula, saat teman seperjuangan berkata tutup pintu, sementara yang lain berkata buka pintu, itu bukan konflik internal.
ini irama itu, karena gerakan kita selalu sedehana kadang buka kadang tutup
kadang kanan kadang kiri

apatah beda.

dunia ini panggung dan kita sedang menari
nikmati iramanya
nikamti iramanya.

Bekasi, 17022018
Poetoe

re la

dikuasi
terikat
terjebak rasa memiliki
lalu terluka saat hilang

kehilangan atas sesuatu yang tak termiliki. naif.

kambing itu terluka
setiap ia berontak
ikatan di leher itu membuat lecet
jika ia rela saja
ia kan bahagia.

jadi duduklah sini
ambil nada re
lalu la

kau akan rela.

Bekasi, 17022018
Poetoe

FAD

berlarian mimpi, berhamburan
terbang menuju langit
bisunya jingga
langit menjelaga

setiap kali senja
setiap kali tergerus rindu saja
retina mata ku biar terguyur limpah cahayanya
mengunyah detail mentari yang perlahan dibunuh gelap

terang
merah
menghitam
kelam
ngelangut yang lama

lalu malam.

Bekasi, 17022018
Poetoe

Puteri senja

kapankah akhir hari, saat terbenam matahari ataukah tengah malam?

mungkin saat matahari tenggelamlah akhirnya, karena hari mati saat kehilangan matanya.

dan kegelisahan memang tumbuh pesat saat langit mulai memerah, karena resah terperah hingga perih.
karena nada terjeda hingga jerih.

kumbang terbang pun membuat sumbang,
angin sombong menggonggong tepat di dekat telinga.

aku tak ikut memaki layaknya lelaki,
hanya berbisik sepi sambil menatap langit
langit yang sama
langit yang dulu sangat kau takuti
hingga genggammu beriring gumam gemetar
wajahmu demam oleh suramnnya senja

di sisimu waktu itu
aku hanya menguatimu
dengan puisi yang terasah seperti belati
kujaga kau, jika nanti betara kala itu datang hendak menculikmu.

Bekasi, 17022018
Poetoe

cukup.

aku tak pernah tahu, bagaimana kenangan itu menguntitku.
tiba tiba saja sudah menggigit pangkal tengkorakku.
semua yang pernah kupikir bisa lupakan itu kembali tumpah basahi genangan ingatan.

lalu mau apa?

aku tak pernah tahu, bagaimana kenyataan itu mengawasiku.
tiba tiba saja sudah merebut rencana juga bayang buruk itu menjadi terjadi.
semua yang ingin kuhindari pun terpaksa harus kuhadapi.

terus bagaimana?

banyak yang harus aku sudahi,
seperti mimpi basi itu harus aku ludahi.

cukup.

Jalanan basah Jakarta, 16022018
Poetoe

romantika langit pagi

berkendara dan kau di belakangku hela nafasmu bersama angin pagi mengeroyok leher belakangku aku terpesona oleh segarnya dan langit pagi tak...