Minggu, 03 Juni 2018

Tepi Sajadah

aku dan sepi saling berbagi
pada lini waktu bersekutu
bahwa gelora perlu segera reda
yuda jiwa pun butuh jeda

lumpur pekat itu kehangatan
kubenam perlahan tenggelam
abaikan karat dunia kemelekatan
dalam benam semua himpit menjepit
tunduk saja lebih dalam
mencari terang dalam ruang paling dasar

kemerdekaan dalam peniadaan
melebur dalam kebesaranNya
merendah dalam naunganNya
bersandar dalam kesadaran
berlindung dalam termenung
rapal doa perlahan
lirih pasrah pengakuan atas lemah.

ah.

Bekasi, 07042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

lelaki perempuan (memaki kegelisahan)

lelaki itu memaki mengutuki sunyi yang mendengki tanpa bunyi menggerogoti semua nada hingga jadi percuma rindu itu gula gula sublimasi atas ...