Minggu, 03 Juni 2018

Politik itu....

industri pemikiran dan kata
bahan bakunya diktat dan data
memasaknya di warung kopi
diendapkan di renung sepi

tersaji sebagai narasi yang bernas
di iklim yang panas
menjadi energi untuk turun ke jalan
teriakan isi hati dengan tangan terkepal

lalu dimulailah
pertempuran itu pun terjadilah
peluru berdesing
merebut kesadaran dan menggantinya dengan pening

saatnya kembali rebah tiarap
melebur bumi mengendap endap
mengunyah tanah
memeluk erat pasrah.

Bekasi, 13042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

lelaki perempuan (memaki kegelisahan)

lelaki itu memaki mengutuki sunyi yang mendengki tanpa bunyi menggerogoti semua nada hingga jadi percuma rindu itu gula gula sublimasi atas ...