Minggu, 03 Juni 2018

perih

tegukan terakhir di cangkir kopiku yang kedua hari ini, dan wajahmu bertamu penuhi ruang mataku dan tersenyum. aku seketika berkeringat.

bagaimana bisa tiba tiba saja kau menelan utuh kesadaranku tak bersisa.

hanya ada jejak langkah lama, genangan ingatan, juga bekas luka di sepanjang jalan kesadaran itu.

perih.

di rangkaian detik ini, di antara dua tanda birama waktu ini, tak ada kata kata. sunyi belaka.

kupikir ada kata maaf.
kupikir ada kalimat penyesalan.

ternyata tidak.

perih.

Circle K Pancoran, 13042018
Poetoe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

lelaki perempuan (memaki kegelisahan)

lelaki itu memaki mengutuki sunyi yang mendengki tanpa bunyi menggerogoti semua nada hingga jadi percuma rindu itu gula gula sublimasi atas ...