Minggu, 03 Juni 2018

musola tua di dusun pathosan

aroma lembab
sumur tua
air jernih
bebatuan berlumut
dinginnya menjalari tubuh hingga ubun ubun
rahasia atas ruang kecil itu
saat rindu penuhi benak
tinggalkan kelas
lalu bersimpuh di sudutnya

aroma tanah
diri rebah
tersungkur
di bekas pijakan kaki kaki
memberi harga atas semua derak sendi
di kerendahan itu terus mencari
air mata dalam remang
di ruang sempit
himpit nyali

menyesap senyap
indahnya masih saja mengiang
hingga puluhan tahun berselang
ingatan lama di benak nyaman menginap.

Halte pancoran, 09042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

lelaki perempuan (memaki kegelisahan)

lelaki itu memaki mengutuki sunyi yang mendengki tanpa bunyi menggerogoti semua nada hingga jadi percuma rindu itu gula gula sublimasi atas ...