Minggu, 03 Juni 2018

Dalam pejam

terpejam
menjumput kebisingan dalam nampan senja
taburkan bumbu renung
tambahkan cuka duka
sambal terasi sepi
dan kunyit yang wingit.

terpejam
menggelegak rasa dalam dada
bergetar kelopaknya
menahan air mata tak kuasa, tumpah

nyanyian lagu sumbang
ibu dengan bayi di gendongan
dan batita bagikan amplop putih ke penumpang

panas
gerah
angin senja
dan lapar.

agh.

Jatibening, 16042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

panggung kita

serupa di tengah panggung, berdiri canggung gemuruh penonton berdengung terkadang linglung mendadak bingung hidup adalah tonil bersiap berta...