Minggu, 03 Juni 2018

Sunyi yang kupinang

berenang dalam dini
pejam menggenggam kendali diri
kembali pada nada dasar
tak lagi gaduh
teduh
sacangkir harap terseduh

bayang bayang
ruang
sepi seperti dari genang kenang
singup getarnya tenang
terus mencari dalam sunyi yang kupinang
dan ego yang kutantang
kutebas pedang
darah dan air mata
berlama lama

nafas berbaris
derapnya mengetuk hati
degubnya merima sukma

bersujud
meringkuk sendiri
sesenggukan.

Bekasi, 08042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Palu pilu

bencana datang di luar batas duga sekejap memporandakan rencana pesan langit agar selalu bersiaga keputusan itu pasti dan bisa kapan saja...