Minggu, 03 Juni 2018

dalam jejal towaf

aroma aneka tubuh
desak desakan
awalnya menggelisahkan
ada angkuh yang terluka
mengapa seperti tak ada ruang
semua putih
mengunyah utuh

dan lelaki tua itu berjalan lambat
mamaksa langkahku pun melambat
luka di tumitnya menganga
ah
aromanya
tak sanggup menatap lukanya
terbayang sakitnya
berusaha mendahuluinya
menerobos di sampingnya
wajahnya hitam tirus
bibirnya sibuk merapal doa
sesaat tatap berjumpa
ia tersenyum
ia bahagia
melampauiku
huks

aroma aneka tubuh
desak desakan
awalnya menggelisahkan
ada angkuh yang terluka
mengapa seperti tak ada ruang
semua putih
mengunyah utuh

09042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiba tiba

tiba tiba aku ingin melihatmu, seperti ujung daun yang menunduk oleh beban embun dan kembali bergoyang ke arah cahaya mentari seperti d...