Rabu, 12 Oktober 2016

Nah

Iya, memang harus begitu
Lalu mereka mulai memanjat langit senja
Merobeknya. Mencari air mata.
Dan titik itu memang selalu punya "mungkin".

Aku lumat saja angin,
remahkan ingin
kita butuh cermin
bukan bedak dan gincu saja
Seolah sama, tapi beda.
Satu membantu melihat diri
Yang satu menutup diri.

Demikianlah
Saat langit bernanah
Awan pun datang bulan.

Nah.

Jakarta, 5/8/2016
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Batas

batas itu siapa kita setiap ujungnya adalah definisi berubahnya kemampuan adalah bertambahnya batas dan definisi kita menjadi kurva tak bera...