Kamis, 20 Oktober 2016

Gung Liwang Luwung

Menunduk di ruang dalam,
seperti enggan terkena sinar matahari,
menikmati dentuman nadi sendiri,
juga luka,
atas ingatan yang sengaja dinikmati...

Tiba tiba saja, berlama dalam diam itu pesona,
tak ada tempat untuk kebencian
tak ada waktu untuk marah

Gung liwang luwung.
Merem. Namun bukan tidur, karena jalan darah di kelopak mata masih terlihat jelas.

Diam.

Jakarta, 23/09/2016
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...