Rabu, 12 Oktober 2016

Hujan di tepian

Hujan memaksa menepi
seperti lelah yang memaksa berhenti
tetapi tak lalu selesai, karena ini
satu cara membuat ruang antara
agar muat untuk diisi dengan galau
gelisah
juga detak harap yang megap megap
menggelepar didera interlude panjang ini

Hujan memaksa menepi
menunggu derasnya berkurang
juga redanya ombak anggapan orang
juga norma
kita nada yang memang tak boleh sekehendak hati
menjadi sumbang
atau menghuni birama tanpa permisi.

Bekasi, 14/08/2016
Poetoe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini?

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini? Adalah pertanyaan yang mungkin muncul di penghujung bulan ini. Lalu apa yang mungkin jadi jawaban? Masing-ma...