Kamis, 20 Oktober 2016

ingkari ketiadaanmu

Mungkin ini saatnya, aku memberi harga lebih atas kata,
kata yang berupa tulisan yang tak terbaca,
kata yang berupa suara yang tak terdengar,
kata pada wajah yang tak terlihat.

Kau mengingari ada ku,
namun aku tetap coba ingkari ketiadaanmu.

Bukankah bunga yang tergeletak di depan pintu hingga layu itu pun tetap punya makna?

Kutaburi saja nampan kenangan itu, dengan detik detik kebersamaan kita dulu. Manis, sangatlah manis.

Pancoran, 25/09/2016
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini?

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini? Adalah pertanyaan yang mungkin muncul di penghujung bulan ini. Lalu apa yang mungkin jadi jawaban? Masing-ma...