Kamis, 20 Oktober 2016

mengapa tak jaga tilawahmu?

Lalu serupa percakapan pada satu pagi,
Mengapa tua tak membuatmu semakin menunduk. Dan aku tergagap. Tak kuasa untuk tak mengiyakan.

Mengapa saat luang dalam lelah itu gitar yang kau raih, bukan mushaf Quran seperti dulu....?

Tanya yang tak untuk aku jawab, cukup mengendapkannya. Ini justru jawaban atas risau yang menganak pinak di setiap malamku belakangan ini.

Narasi dari langit. Berisi kalimat Tuhan yang dengan membacanya membuat ku tenang. Mengabaikannya adalah gelisah.

Baiklah, aku akan rajin menyapamu via chat, sambil kulaporkan tilawahku hari ini. Jaga aku, dik.

Pancoran, 21/09/2016
Poetoe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...