Minggu, 04 Februari 2018

sisa

langit senja di ujung mata
nafas dan angin kering berkelindan
gelisahku dan empatimu berhadapan
gemetaran menata hati, malu

langit senja yang melogam luruh di semua kita
keemasan cahayanya di wajahmu, kecemasan di nada suaraku
"aku mau mengaku"
lalu suasana kaku mengurungku
jeruji asosial jeda antaraku dan keramaian lalu lintas sore

"aku berubah
bergeser
norma lama aku perkosa
ini sisanya: sedikit kejujuran
walau malu malu aku mengaku
topeng ini telah lama kukenakan
lengket sudah

bantu aku"
mulai menghiba
bersimpuh
"lepaskan topeng ini
bila perlu robek wajahku".

............

Bekasi, 04022018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

panggung kita

serupa di tengah panggung, berdiri canggung gemuruh penonton berdengung terkadang linglung mendadak bingung hidup adalah tonil bersiap berta...