Sabtu, 23 Juli 2016

Ramadhan 1437 H #4

Kami berbincang tentang bagaimana pengalaman spiritual itu mempengaruhi hidup kita. Rasanya banyak kisah dapat kita pelajari terkait hal ini. Kisah nabi Yusuf yang bermimpi sebelum diangkat menjadi nabi, kisah nabi Ibrahim yang diperintah olehNya melalui mimpi, juga kisah para sahabat hingga tabiin.

Ada yang beruntung, mengalami pengalaman spiritual yang indah, berupa mimpi dan bayangan yang berujung pada mendapatkan hidayah. Bahkan ada kisah dari seorang saudara yang menceritakan perjalanan hidup seorang mantan penjahat yang akhirnya menjadi penghapal Al Qur'an berawal dari perjalan spiritual yang panjang.

Namun banyak juga, yang tersesat karena pintu mimpi dan pengalaman spiritual lainnya. Ada yg tergoda menjadi rekan dari jin karena merasa memiliki kelebihan berkomunikasi dengan alam lain. Bahkan ada yang berpindah keyakinan hanya karena mimpi.

Bagaimana dengan kita? Terkadang ada mimpi yang menjadi mula satu dosa terulang dan terulang. Mimpi menjadi inspirasi atas dosa untuk direncanakan. Berbahaya ya.

Mestinya memang sebaliknya, mimpi itu menjadi inspirasi kebaikan. Di wilayah non fisik ini memang batas demikian tipis. Kesalahan membaca bisa merusak semuanya. Arah menjadi salah, kebaikan justru berjarak, sedangkan dosa justru terbiasakan.

"Semoga Kau perlihatkan yang benar itu benar, dan ringankan hati untuk mengikutinya, dan perlihatkan yang bathil itu bathil dan ringankan hati untuk menjauhinya."

Bumiayu, 27 Ramadhan 1437 H
Poetoe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini?

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini? Adalah pertanyaan yang mungkin muncul di penghujung bulan ini. Lalu apa yang mungkin jadi jawaban? Masing-ma...