Sabtu, 23 Juli 2016

kopi pahit

Hujan siang, dan secangkir kopi pahit
adalah kalimat permisiku pada alam
bahwa aku lelah hari ini.

Tiba tiba saja, kopi dengan gula itu terlalu manis,
aku seperti mendengar gerutu bulir kopi,
yang mengeluh cemburu pada gula,
yang seenaknya mendominasi rasa pada gelas kopi itu...

Aku putuskan siang ini, lebih baik mereka berpisah.

Dan hujan adalah kelakar awan, yang menyengaja menginjak injak bumi dengan derasnya
aku dan sebagian ingatan tentangmu,
mengurung murung di sudut ruang.

Selamat siang, hujan...
Selamat siang, kopi (tanpa gula)

Jakarta, 12 Juli 2016
Poetoe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini?

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini? Adalah pertanyaan yang mungkin muncul di penghujung bulan ini. Lalu apa yang mungkin jadi jawaban? Masing-ma...