Jumat, 03 Juni 2016

mimpi di hari pendidikan nasional

Terbangun dini hari, dengan ingatan tentang mimpi yang panjang. Mungkin karena terjaga pada saat yang tepat, maka mimpi itu demikian detail teringat. Seperti sebuah film, yang mengisahkan tentang kehidupanku dalam satu hari.

Dimulai pada sebuah tugas keluar kantor, detail cerita tak usah aku ceritakan ya, mungkin jika ketemu langsung saja nanti aku jelaskan detailnya. Yang pasti tugas ini, lumayan berat, melelahkan fisik maupun hati.

Yang ingin aku ceritakan justru kejadian setelahnya, yakni setiba kembali aku ke kantor. Ternyata ada acara di kantor, dan aku diminta maju mendapatkan semacam penghargaan (hehe... namanya juga mimpi) dan harus menyampaikan sambutan. Lalu aku mulai mencercau tentang "semenjana".

Bagaimana kita harus melangkah dalam dua tarikan kutub: pelayanan prima dan penegakan hukum. Karena tugas kita memang tak sekedar melayani. Aih, detail sambutan ini juga tak perlu yaa aku sampaikan. Karena beberapa tentang hal teknis di kantor tempat aku bekerja. Yang penting tema besarnya adalah sikap yang sakmadya, semenjana, sikap yang "pertengahan", tawazun yang akan menyelamatkan kita.

Terbangun, agak galau. Tidak menyangka alami mimpi sedetail ini. Segera beranjak, biar tenang aku ambil air wudhu, saat itu justru teringat nasehat almarhum Bapak, waktu aku masih di sekolah dasar, ia melihat aku sedang belajar bahasa Indonesia, ia menegurku untuk belajar yang lain, "itu sudah bisa kan? belajarlah yang kamu belum bisa.... kamu ndak suka matematika kan, hayuuuk belajar matematika..." aku merasa ia sedang mengajarkanku untuk tetap menikmati belajar tentang hal-hal sulit bahkan mungkin tidak kita sukai. Dan ini aku sadari setelah dewasa sebagai salah satu cara untuk tetap bertahan pada sikap semenjana itu.

Wallohu a'lam.

"Selamat Hari Pendidikan Nasional."

Bekasi, 2 Mei 2016
Poetoe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini?

Bagaimana Ramadhanmu tahun ini? Adalah pertanyaan yang mungkin muncul di penghujung bulan ini. Lalu apa yang mungkin jadi jawaban? Masing-ma...