Jumat, 03 Juni 2016

Benci musuh Cinta

Duduk berdua berhadapan,  nikmati hidangan,
dan televisi menebarkan kepedihan dengan berita kriminal.
Agh, semua bermula pada rasa benci yang membakar perlahan seluruh jiwa.

Segera kuambil remote, selamatkan kenikmatan selera makan siang ini. Lalu percakapan kita tentang bagaimana kengerian itu terjadi.....

Dan kita sepakat bahwa benci lawannya cinta,
karenanya cinta sesalah apapun sasarannya, mungkin saja tetap lebih baik daripada memelihara kebencian.

Jadi wajar jika bagian dari rasa syukurku adalah bertebarnya cinta di sekitar....

Tak berbilang dan tak berkesudahan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Batas

batas itu siapa kita setiap ujungnya adalah definisi berubahnya kemampuan adalah bertambahnya batas dan definisi kita menjadi kurva tak bera...