Jumat, 03 Juni 2016

keterburuan

Ini tentang fragmen yang ada di waktu yang entah kapan, di tempat entah di mana, dan mungkin memang tak pernah terjadi. Saat pertemuan tanpa duga itu, senyum sebagai isyarat, bahasa purba yang sama kita mengerti. Seolah kalimat "Tunggu aku..."

Berlari kecil menghampiri kalian, kembali senyum itu walau dengan pesan yang berbeda. Kutawarkan bantuan, namun kau menolak. Angin datang menghamburkan yang kita bawa, membuat kita bersama harus sibuk memungutinya. Lalu gerimis jatuh ke bumi, kulihat kau menatapku, sedang matahari tetap bersinar redup . Bersegera kita mencari tempat berteduh, kugendong anakmu, dan tanganmu menggenggam erat lengan kiriku.

Hangat dan nyaman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...