Selasa, 22 Maret 2016

senandung Ci

aku dan sesuatu di kepalaku tak bersinergi
menyimpan nyeri di pangkal otak
lalu terlelap pun berselimut mimpi buruk

"jangan lari dari masalah rambut gondrongmu dengan memotongnya..."

aku dan bisikan dalam hatiku berselisih
menciptakan percikan dalam rongga jiwa
lalu dalam diam pun hati gaduh oleh perbincangan

"setan sudah terlalu banyak di muka bumi ini, aku tidak mau jadi bagian dari setan. Karena jadi manusia yang menakutkan pun sudah mengerikan...... "

dan hujan pun menghajar bumi,
keengganan atas metafora itu terabaikan
karena hidup memang lantunan puisi panjang
sepanjang jalanan basah dan genangan air
betapa cinta mungkin saja terbebas dari belenggu rindu.

Jakarta, 23/03/2016
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...