Minggu, 05 Juli 2015

kupu-kupu senja

Apakah kupu kupu beterbangan dari aroma satu ke aroma yang lain? Ia membaca peta dari wewangian. Alangkah indah jika sesekali menyerupainya.

Sebuah perjalanan tugas dari keindahan ke keindahan. Syaratnya tentu tak boleh jejakkan jelaga di sana. tak boleh ada wajah sendu dan tanpa semangat. Harus penuh senyum dan tatapan cinta.

Seperti senja yang beruntun kuberi makna. Ketakutan berjarak membuat dekat lebih hangat. Setiap detik aku eja perlahan, agar kualitas melibaskan jumlah. Semua indahmu aku simpan seolah kupu-kupu yang rahap menyesap madu. Lalu ada tanya, yang membuat kita harus saling tatap. Sayap mengerjap sesaat lalu beterbangan.

Poetoe (juli 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...