Selasa, 28 Juli 2015

Belajar tentang sakit

Jika kau pembelajar, pastilah semua yang kau alami adalah bahan belajar. Begitu juga sakit.

Sakit adalah pembatasan atas beberapa nikmat. Namun bukankah rasa syukur seperti air yang terus mencari celah untuk menikmati hidup?

Satu nikmat tertahan pastilah ada kenikmatan lain. Karena yakinlah kenikmatan yang Allah SWT limpahkan pastilah tak terbatas.

Sakit itu mungkin seperti alarm tubuh. Satu tanda tubuh butuh rehat. Salah membaca tanda bisa merusak organ lain.

Seperti sakit saat menghalangi kita ke kantor, ini memberi waktu untuk kita melepas anak-anak ke sekolah. Ini kenikmatan yang luar biasa.

Dalam sakit, ada kehilangan atas fungsi tubuh. Dan di setiap kehilangan sejatinya kita menemukan kesadaran atas apa yang kita miliki.

Kehilangan dan menemukan seperti pasangan. Kita menemukan sesuatu setiap kita kehilangan.

Indahnya rasa syukur, ia tak pernah berhenti mencari cara untuk tetap bahagia. Innalhamdalillah.

Poetoe / 29 Juli 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...