Seperti mata yang genangannya selalu saja bisa sebagai tempat rehat yang terindah. Saat se lelah apapun rebah di sana membuat enyah semua lelah.
Seperti wajah yang merangkum semua. Hingga saat menatapnya kau tiba-tiba temukan semua jawaban. Membuat wajahmu ikut berbinar, lalu saat kau berbalik melepasnya kembali pada senja, langkahmu menjadi berenergi.
Dan seperti layang layang yang paham, bahwa tali kendalinya telah tersangkut pada senyum itu, sehingga hari rasanya tak mungkin dilanjutkan tanpa sejenak kau kunjungi ia. Walau hanya sesaat.
Demikianlah, rasa itu dengan pintarnya mengubah semua jadi indah.
Indah, sangat indah.
Poetoe, 11 November 2015.
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Rabu, 11 November 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
-
Menjadi orang baik itu sederhana: Jangan marah. Jangan sakiti orang lain, buat orang di sekitar kita bahagia. Perbanyak menolong orang,...
-
Pertama menukil dari surat Kartini, tanggal 15 Agustus 1902, kepada Estelle Zeehandelaar: " Kami berhak untuk tidak menjadi bodoh.. ...
-
Mau tahu seperti apa siang ini menyapa? Ia dan matahari tenang, angin sopan membelai, dan aroma tanah basah harum menyeruak ke pangkal hidun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar