Selasa, 10 November 2015

Bass

Bass dalam komposisi lagu, menjaga irama dengan nada nada rendah. Berkeserasian bersama suara drum. Menghentak menjaga barisan nada juga emosi dari lagu. Saat menikmati satu lagu, aku sering membiarkan diri terseret dalam arus suara bass. Meliuk-liuk di kedalaman birama, seperti detak jantung yang pasti berdentam walau terkadang tak terasai.

Terkadang hinggar bingar dunia terlalu gaduh untuk kita cermati satu demi satu.  Kita butuh panduan untuk tetap bertahan pada arus utama. Terpejam menjadi satu cara. Terpejam dalam. Hingga gelap pekat penuhi benak. Lalu memegang kendali nada pada suara bass itu. Sesekali mungkin akan terlempar ke kanan dan ke kiri. Tak mengapa, yang pasti jangan sampai terlempar terlalu jauh. Atau lalu tersesat dalam rimba birama.

Pedoman. Peta. Iya, kita memang butuh peta dalam jalani hidup. Terlalu banyak suara, gebukan drum, denting piano, raungan gitar, lengkingan melodi, untaian syair, teriakan penonton, terlalu banyak lampu terang, terlalu pekat oleh benturan, terlalu banyak informasi sampah, terlalu banyak marah, terlalu banyak sia sia. Jika lelah, kita memang butuh rehat. Agar saat kembali melangkah, kita bisa kembali fokus, membaca peta dengan benar.  Semoga tak sesat, semoga tak hilang arah.

Aamiin.

Poetoe,  sehari setelah hari pahlawan di tahun 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...