Minggu, 14 Desember 2014

Puisi lama; absurd. Tapi aku suka membacanya ulang...

Part 1
lalu aku bisa apa?

kau bisa saja terbang
lalu mendarat tepat di tengah telaga
tenggelam perlahan
lalu kami taburkan bunga di atasnya
- end -

part 2
arwahku menghantuimu sepanjang waktu

jasadmu mengambang
tebarkan aroma tak sedap
aku siapkan botol kaca
masukkan arwahmu di sana
lalu aku simpan dalam kulkas
sesekali aku letakkan di atas meja
aku pandangi saja
sehingga ada dalam ingatan
bahwa pernah ada
peri yang tak imut yang terjatuh dalam telaga
tenggelam perlahan
hingga ke dasar
namun hanya ingat saja
tanpa rindu
hanya ingat saja
sambil lalu
karena beberapa detik kemudian...
aku sudah kembali sibuk dengan secangkir kopiku
kau moksa dari lipatan otakku
- end -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...