Jumat, 11 Mei 2018

tersesatku

dalam gelap semak dan rimbun pohon, tersesat di rimba dan seolah malam tak berujung.
setiap langkah hanya menambah parah, kehilangan arah.
duri dan tepi ilalang yang tajam menggores sekujurku.

dalam galau yang sesak dan keresahan yang paripurna, tersesat di genangan hasrat dan seolah gelap tanpa tepi.
setiap jejak hanya menambah gelisah, resah yang basah.
dosa dan rasa bersalah berlipat lipat membungkus tubuhku.

adalah pijar sadar yang kuharap
serupa peta untuk jalan pulang
serupa lentera yang pandu langkah
jejak demi jejak

semoga.

Masih di tol, 29032018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

panggung kita

serupa di tengah panggung, berdiri canggung gemuruh penonton berdengung terkadang linglung mendadak bingung hidup adalah tonil bersiap berta...