Jumat, 11 Mei 2018

sayapku basah

hujan sore
sayapku basah
terlambat berteduh
kupaksa terus terbang
di atas tugu dirgantara hujan semakin deras

harus turun
harus mendarat
darurat

landasan terdekat adalah halte
banyak orang
tapi biarlah
sudah saatnya mereka tahu
ada makhluk sepertiku

sayapku basah, kulipat sebisanya
orang orang kaget
sudah kuduga
adalah tak wajar manusia dengan sayap burung sebesar ini, mendarat di halte, basah kuyup lagi.

aku tersenyum, sambil meminta maaf
khawatir mereka basah kena kibasan sayapku
maaf.

keanehan seringkali belum bisa diterima
manusia terlalu sering berbiasa
sehingga yang tak biasa menjadi tak mudah diterima
padahal apa salahnya manusia bersayap
jika burung pun bersayap mengapa manusia tidak?

apapun yang terjadi aku duduk menunggu di bangku halte
dengan debar cemas tertangkap satpam.

halte BNN, 26032018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

lelaki perempuan (memaki kegelisahan)

lelaki itu memaki mengutuki sunyi yang mendengki tanpa bunyi menggerogoti semua nada hingga jadi percuma rindu itu gula gula sublimasi atas ...