Selasa, 22 November 2016

Thowaf

Saat berdesakan dalam ibadah thowaf kita memahami betapa pribadi kita melebur menjadi satu bersama gelombang putih pakaian ihrom itu. Bahkan langit pun seolah bersenandung, pula angin, pula cahaya matahari.

Dan doa yang selama ini demikian personal itu tiba-tiba terhenti. Malu. Betapa sedikit energiku untuk orang banyak. Karena tersibukkan aku oleh urusan pribadiku saja.

.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

romantika langit pagi

berkendara dan kau di belakangku hela nafasmu bersama angin pagi mengeroyok leher belakangku aku terpesona oleh segarnya dan langit pagi tak...