Selasa, 22 November 2016

Bukti Iman

Dan demikianlah bukti iman itu dipertaruhkan,
Cinta kah atau hanya mengaku saja
Atau selama ini hanya ikut mengikut

Tiada pasti,
Karena gerak hati tak mudah terdefinisi
Hanya bisa kita tangkap tanda dan bekasnya saja....

Terkadang kita justru menepi, berdalih nalar yang lebih panjang...
Bersembunyi dalam analisa
Kepengecutan yang berwibawa.

Begitulah di setiap akhir sebuah aksi,
Selalu ada "diam" yang wingit,
Renungan sederhana,
Apakah hati kita lulus atau masih lalu harus mengulang....

Semoga.

Mutiara Gading Timur, 06/11/2016
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

romantika langit pagi

berkendara dan kau di belakangku hela nafasmu bersama angin pagi mengeroyok leher belakangku aku terpesona oleh segarnya dan langit pagi tak...