Jumat, 13 Maret 2015

Pertanyaan tentang lelah kata

Aku mengajukan pertanyaan  ke beberapa teman:

Pernahkah merasa lelah dengan banyaknya kata-kata yang ada di sekitar kita?

Kata yang terlanjur terucap,
Kata yang tercatat dalam tulisan,
Kata terbaca oleh retina mata,
Maupun kata yg sekedar mendiami otak saat kita pikirkan....saja...

Pernahkah?
Dan bagaimana menurutmu cara kita rehat atasnya?

Jawaban Nuke:
Abaikan. Terkadang cara terbaik untuk menyelesaikannya ya dengan diam. Bukankah kita punya Tuhan yang dengan-Nya kita bisa bercerita tanpa batas? Tidak ada keraguan atas itu. Setahu saya.

Jawaban Desi:
Aku tidak pernah lelah dengan kata-kata.

Aku kerap lelah dengan keadaan.

Mungkin kata-kata sebenarnya dimensimu, dimensi di mana kamu tenggelam.
Sementara atmosfir kerap menjadi dimensi di mana aku kerap menemukan masalah.

Kamu mungkin harus menemukan dimensi lain. Di mana kamu tidak lagi perlu berpikir untuk menuangkan kata-kata..di mana kamu bisa rehat memikirkan inspirasi-inspirasimu..di mana kamu bisa mengatakan aku bebas dari penatnya kata-kata yang memenuhi isi kepalaku.

Mungkin kamu bisa menemukannya saat kamu sudah benar-benar bisa melepas topengmu.
Tidak lagi mengutamakan kata-kata yang kamu untai indah kepada belasan orang yang kamu temui tiap harinya.
Kamu harus mulai menikmati dirimu sendiri.

Jawaban Lila:
Kamu kenapa mas?
sesekali kamu harus lepaskan sayapmu...

Jawaban Khamdan:
Rehat mungkin dengan dengar kan musik ..
Tapi paling ampuh ya istighfar..

Jawaban Rina:
Perlu disaring tidak semua harus didengar dan diresapi...

Jawaban Listra:
Aku tidak tahu. Kita punya masalah yang sama....

Semua jawaban menenangkan. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...