Rabu, 29 Januari 2020

Bagaimanakah Rindu itu Terobati?

duduk diam menanti yang tak pasti, adalah menyanyi tanpa tanda birama di tangga nada.
lagu jadi tak pernah benar-benar siap berhenti.
sampai akhirnya telepon berbunyi, dan ada suaramu di sana.
menanyakan kabarku, dengan gelak bahagia, seperti tinta hitam di kanvas putih.
tawa menjadi jelas dan nyaring, karena latarnya adalah murung yang terkurung lama.

dan menyimpan murung adalah seni menikmati penantian.
tak tersimpan hanya akan merusak suasana.
berpura bahagia itu dusta, tapi penting untuk membangun cerita.
karena secara abjad c dan d berdekatan, salah langkah cerita bisa jadi derita.
maka percakapan adalah tukar kabar berita saja, bukan tukar derita.

rindu pun terobati, setelah cinta saling tikamkan belati.
telepon ditutup.
jeda tanpa birama yang jelas pun kembali dimulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisa Jadi Prolog

"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...