Senin, 16 Februari 2015

Rejana malam

Daun pintu terayun
angin berhenti persis di depan lubang hidung
suara menggantung
nada meraung

Malam menyelam
suara gelas diletakkan di atas meja kaca
kau bersenandung
katak menangisi mendung

Kata meronta dalam sepi
mencari gendang telingamu
atau sekedar tangkap nafasmu
jika kata itu tersaji dalam tulisan,
berharap ternikmati oleh retina matamu

Kau pada gulita rinduku
aku mengerjap kerjap
mencari sekedar percikan basa basi pedulimu
mencari sekedar kerelaanmu untuk aku lumuri sekujurmu dalam tatapku....

aku mengendap endap
bersembunyi dari senyap
yang mengunyah lahap
setiap mimpi hingga lenyap
.... tak berbekas

Moksa.

Poetoe, Februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...