Senin, 23 Februari 2015

Bismillah

Cinta dan Sayang-Mu meluas dalam ruang dan kekal dalam waktu....

Demikian saat terlantunkan Asma-Mu di setiap mula kami.

Seperti badai kesejukan yang dahsyat menampar masalah apa pun....
Bahkan sakit yang teramat sangat saat maut menggigit perlahan sekujur jasad.... itu pun dapat dijalani dengan senyuman.

Nama-Mu demikian sakti meledak dalam dada, ciptakan bahagia yang tak terhingga....
aku kecil tenggelam dalam lautan puja puji untuk-Mu.

Kau aku cinta....
..dan terus kupaksakan cinta ini menguasai hatiku saat berdebar menghadapmu:
dalam sholat dan sabar
juga dalam detik-detik akhir hidupku.

Kau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...