Kamis, 02 September 2010

membaca ayat sebagai "kesan" bukan sekedar "pesan"

Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan" melainkan juga "kesan".

Pesan itu berjarak, ia bergerak dari pemahaman (aktifitas otak) ke pemahaman yang lain; sedang kesan itu lebih dekat, akrab, karena ia bergerak di ranah hati, rasa, juga aktifitas jiwa.....

Bukti mereka (para Shahabat itu) membacanya dalam kerangka "kesan" adalah:
1. Abu Bakar seringkali tak sanggup meneruskan bacaan Al-Qur'annya tanpa air mata... ia begitu detail mem-visualisasikan makna yang terkandung di dalamnya;
2. Ali bin Abi Thalib, dengan indahnya abaikan rasa sakit ketika ia sedang shalat;
3. Abu Darda' yang gumamkan kata "jannah...jannah" pada saat berhadapan dengan hunusan pedang dan mata tombak pasukan musuh... seakan Surga itu bergelantungan di kelopak matanya....
4. dan masih banyak contoh lainnya....

Saatnya hadirkan segenap hati, saat kita lantunkan ayat-ayat SuciNya; hingga jiwa tak lagi dahaga... terpuaskan secara ruhani, sebagai hamba yang selalu merasa begitu banyak mendapat limpahan Cinta-Nya secara utuh dan menyeluruh...

Wallohu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dalam pejam

terpejam menjumput kebisingan dalam nampan senja taburkan bumbu renung tambahkan cuka duka sambal terasi sepi dan kunyit yang wingit. ...