Jumat, 27 Agustus 2010

Doa syukur-ku memilikimu...

waktu, aku, dan cinta
bergerak bersama, walau kadang berbeda arah

waktu bergerak terus maju;
hingga suatu saat hantarkan aku di stasiun kematian

aku mengendarai sang waktu,
kadang terlempar ke belakang oleh kenangan,
kadang terpental ke depan oleh impian...

dan cinta,
bergerak tidak linier
bahkan sering menembus batas hati

dan padamu, dik
cinta ini aku tautkan;
hingga boleh kau seret ia kemana kau suka
dalam kemasan sakinah, mawadah dan rahmah;
dalam ketenangan, gelora, namun juga kasih dan sayang....

hingga ke "Jannah" kelak, kita masih tetap bersama.
Amien....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dalam pejam

terpejam menjumput kebisingan dalam nampan senja taburkan bumbu renung tambahkan cuka duka sambal terasi sepi dan kunyit yang wingit. ...