benak berdenyut
khayali mengamuk
di lantai semut
beterbangan nyamuk
mana tombol henti ini
lelah hati ini
berkelebatan
fragmen pengamen
perempuan muda
dengan dua anaknya
kenapa
buruh cuci rasanya lebih tenang
tak terbanyang jalanan liar
ajarkan pada anaknya kasar
angin malam galak
mengunyah paru paru lemah si bocah.
mana tombol henti ini
berdenyutan benak
berkedutan nadi
tak beraturan.
Bekasi, 18042018 awal hari
Poetoe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar