Selasa, 25 Februari 2020

Manusia Membara

oleh: _nugroho putu_

kita bejana berisi hasrat menyala,
dan didih air hati bergelora
tubuh menjadi mesin uap
bergerak karena gejolak

jika kau matikan apinya
mati mimpi
mati pula lampu hati
dalam gelap genggam tangan pun dingin

jadi biarkan tetap ada sisa bara
agar ada hangat
jangan dimatikan, biarkan terjaga
sesekali api berkobar nikmati saja pijarnya

Muntilan, 19 Februari 2020

Barisan Badut

oleh : _nugroho putu_

darah muda mendidih berharap tumpah
dalam hiruk pikuk perang
berhadapan jelas mana benar mana salah
terhunus parang kata
siap melukai hati, siaga menebas urat jiwa

padahal medan tempur terkadang kabur
tak jelas mana lawan mana kawan
idealisme jadi naif
janji setia jadi mantra, bukti nyata jadi citra

wajahwajah tercoreng aib
ambisi jadi asupan nutrisi
berita itu basa basi
fakta hanya picu tawa

dan pahlawan bingung mencari lawan
menjadi barisan para badut
berbaris tak rapi
saling injak saling sundut.

Temanggung, 25 Februari 2020

Di Balik Teman Tapi Menikah

oleh : _nugroho putu_

banyak kisah cinta yang tertahan tak terucap, namun justru jadi energi.
mungkin remang memang ruang tepat emosi dimasak oleh rasa
seperti sayang yang terbungkus _friendzone_
perhatian atas nama pertemanan yang naif

setiap tersadar untuk ungkapkan malah terjeda iklan
senja jadi riuh oleh angin penasaran, menyanyi lagu mungkinkah o mungkinkah
hidup memang drama tempat semua rima rasa bermuara

seperti koleksi tanda tanya
sibuk menjawab dengan bukti
berharap kata "bangga" dari kekasih
tirai pun terbuka satusatu

dan menjelang _scene_ terakhir, kata sayang tersingkap sudah
atmosfer menjadi aneh
dua alien berhadapan, takjub
betapa lama rasa tersangkut di pangkal lidah
hanya cincin di jari manis
dan genggam tangan di akhir cerita, yang iringi layar tertutup.

Bekasi, 24/02/2020

Sumbing Sindoro

oleh : _nugroho putu_

kita dan hujan kencan, bertemu di Parakan.
hujan mungkin teramat rindu, menghambur deras memeluk kita, jalanan kuyup, pepohonan gigil.
kita duduk bertiga, menonton peri dari langit yang meluncur dalam guyur air, mereka bercanda bahagia.
kita dan tiga porsi nasi goreng, menanti kata nanti yang berubah jadi esok saja.
hujan menghapus rencana dari buku kerja kita.
tapi kita tertawa.
mungkin petrikor yang menyihir suasana, kusut masai menjadi gegap ramai.
binar mata berpijar dan peri dibiar berkejaran di halaman ingatan kita.
ada nama-nama yang kita ungkit kembali dalam bincang rindu.

sebelum jelas kapan hujan reda, kita justru terjebak dalam cerita tentang kau yang berdiri di lereng Sindoro untuk tatap Sumbing, lalu berdiri di lereng Sumbing untuk tatap Sindoro. bahkan dua lereng itu telah kau jelajahi dengan mata, kemudian ajak kami ikut jelajahi walau hanya dengan imaji.

Muntilan, 19 Februari 2020

536 km

oleh : _nugroho putu_

aku bayangkan kau bergegas menyeberang jalan, sedang bis kotamu enggan menepi, hampir saja sepeda motor itu menyambarmu. ah.

aku bisa apa, jarak memisah kita 536 km, padahal kau butuh teman di perjalanan pulang kantormu. mungkin kini kau duduk mengatur napas, berdebaran karena celaka nyaris menculikmu.

duduk di bis kota tanpa AC, di bawah kursimu ada ayam hidup bawaan penumpang, juga pengamen dengan biola namun asal gesek suaranya memekik tercekik. jika aku mungkin akan terluka lalu marahmarah hingga malam.

kau duduk coba terpejam, aku dapat bayangkan wajahmu. pejam matamu tampak terpaksa, jika di sampingku mungkin kan kukecup dahimu, tapi apa daya, 536 km pisahkan kita.

di sini aku ikut pejamkan mata. menghirup udara malam, juga aroma hujan, nikmati nyanyian gerbong kereta, aku panggil periperi antarku terbang menemuimu.
Stasiun Tugu, 21/02/2020

Stasiun Tugu

oleh : _nugroho putu_

tempat orang-orang ucapkan selamat tinggal, genggam terlepas, juga isak tangis cinta yang terjeda.

di ruang tunggu, segelas kopi dan semangkuk bakmi godok adalah kencan terindahku dengan senja, dan hujan pun menemani.

bagiku menanti itu hibur hati, sendiri itu saat menata hati, hidupku terlalu riuh, terlalu ramai. hari ini pun sudah berbaris wajahwajah baru rasa lama bercakapcakap di sekitar.

kopiku pahit, karena hidup terlalu manis. kau tersenyum, hidup terlalu mudah dan kau butuh canda yang rumit, atau film drama yang terluka seperti _A Walk to Remember_

kita berbincang tentang suram tapi dengan gelak tawa. ah, kenapa aku merasa kita pernah bertemu? mungkin pertemuan di logos besar dulu sebelum diturunkan kita ke logos kecil dunia ini.

Stasiun Tugu, 21/02/2020

Utuh Seluruh

oleh : _nugroho putu_

cara pandang atas hidup yang utuh menyeluruh,
yang mengubah dan menyelaraskan beda dan percikan
itu serupa pelita terangi jalan.

selalu di tengah dua tarikan,
hingga nyaman di semenjana,
akal dan hati,
ruh dan fisik,
moral dan perilaku,
dunia dan kamu.

lelah lalu rebah, letakkan beban dan menyerah
bukan kalah namun karena paham arah
pegang yang dapat kau pegang,
lepaskan yang tak dapat kau tahan dalam genggam

biarkan pejam berakhir di lepas tengah malam
duduklah dalam diam
baca panduan lalu endapkan
jika ada tangis sesal lepaskan saja

air mata itu baik untuk kita
kata-kata baik itu mata air kita
rasakan dalam tunduk sebagai renungan
sisakan sebagai rindu dalam kenangan.

Muntilan, 21 Februari 2020

Manusia Membara

oleh: _nugroho putu_ kita bejana berisi hasrat menyala, dan didih air hati bergelora tubuh menjadi mesin uap bergerak karena gejolak jika ka...