Tampilkan postingan dengan label ananda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ananda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

belajar dari anak-anakku

Malam ini, aku belajar banyak dari anak-anakku. Tentang bagaimana mengerti dan memahami orang lain. Sebagai orang tua, terkadang aku merasa pantas minta dipahami... seperti saat marah karena mereka meminta sesuatu di saat yang tidak tepat, seringkali kalimat ini yang muncul "... tolong ya, pahami posisi Bapak... Bapak sedang capek." Padahal ternyata, mereka justru yang mulai pandai memahamiku

Seperti malam ini, sepulang kantor aku langsung kuliah, sehingga sampai di rumah tentu kondisiku semrawut dan lelah. Haya anak sulungku, menyediakan kopi. Walaupun setelah itu dia meminta aku membantunya kerjakan tugas dari sekolah. Aku katakan "Siap..." secara sudah dapat secangkir kopi. Sayangnya, si Asa (anak ketiga) mulai cari perhatian, dia rewel dan menangis, sebenarnya ini karena aku gagal mengerti apa yang dia butuhkan. Tapi karena aku sedang sibuk dengan kakaknya, Asa aku gendong saja, dengan tetap dalam tangisnya. Yang membuat aku terkesan justru saat Asa mencoba menghentikan tangisnya sendiri, dia tidur di sebelahku dengan memeluk guling dan menutupi matanya, perlahan isaknya berhenti lalu tertidur. Aku dan Haya berhasil dengan tenang selesaikan tugas. Bagaimana dengan Bunga, dia yang mengingatkan aku untuk mandi, karena sebentar lagi akan ada pengajian di rumah. Selesai mandi pun, Bunga yang meminjamkan mushaf Qur'annya saat dia melihat aku kebingungan mencari mushaf Qur'anku.

Demikianlah, anak-anakku menunjukkan perhatiannya kepada orang tuanya. Mereka berhasil memahami kondisi orang tuanya. Haya dengan secangkir kopinya, Asa yang walau menangis memaksa tidur karena tahu kesibukan Bapak dan kakaknya, juga Bunga yang paham perlengkapan mengaji bapaknya. Jadi malu, karena aku sebagai orang tua masih sering gagal memahami mereka. Padahal mestinya sebagai manusia yang terlahir lebih dahulu dari pada mereka, aku lebih mampu memahami mereka.....

Ajari aku, Nak....

Kamis, 28 Juli 2011

Selamat Ulang Tahun dik Bunga....

Sekali lagi, di tanggal 28 Juli, Bapak justru ada di luar kota.
tapi do'a Bapak pasti tetap terkirim
agar tetap menjadi bunga bagi dunia...
karena keceriaanmu di sepanjang hari adalah energi untuk kita bersama.

Seperti namamu, Bunga dari Pemahaman itu adalah amal perbuatan....

Rabu, 27 April 2011

Asa Adila Madania

Pertama menukil dari surat Kartini, tanggal 15 Agustus 1902, kepada Estelle Zeehandelaar: "Kami berhak untuk tidak menjadi bodoh.." hmm... Yang membedakan Kartini dengan wanita Indonesia lain di jaman-nya adalah... ia terus memelihara "harapan" dalam hatinya, demikian pula hati wanita2 Indonesia pada masa itu...

Kedua, dijelaskan dalam buku "Visi Peradaban Komprehensif - Al-Ikhwan Al-Muslimun" salah satu faktor kebangkitan dan unsur kekuatan utama yang dibutuhkan oleh berbagai ummat dan menjadi sandaran berbagai bangsa adalah: Harapan yang luas. Al-Qur'an memberi ummatnya berbagai cara untuk mengeluarkannya dari umat yang mati menjadi umat yang setiap elemennya memiliki kehidupan, tekad, harapan, dan ketetapan hati.

Berdasar dua hal tersebut di atas, rasanya tepat jika puteri ketiga-ku yang lahir bertepatan dengan hari Kartini itu, aku beri nama Asa, yang bermakna harapan. Karena harapan unsur penting dalam kebangkitan ummat.... lengkapnya: Asa Adila Madania, menjadi harapan tegaknya keadilan dan terwujudnya masyarakat madani, masyarakat modern yang berperadaban, egaliter, berfikiran terbuka, berwawasan luas, dan terus mendorong pembangunan yang berkesinambungan...

hmm... jadi berat banget, makna nama anak-ku; semoga tidak menjadi beban, melainkan motivasi, karena nama adalah do'a. Aamiin.

Sabtu, 29 Agustus 2009

surat dari Kakak Haya untuk Bunda....

sesampai di rumah, aku temukan surat di almari.... dari Kakak Haya:

"Bunda, maaf... aku nggak baik jagain adik. Tapi aku tidak berantem kok, cuman adik coret-coret tembok, terus aku bilangin, aku dah coba mengelapnya, ternyata tembok jadi biru. Maaf ya, aku lalai. Maaf ya Bu... I Love U, Mom..."

hmm... anak tertuaku sudah belajar bertanggung jawab, terima kasih kakak Haya... terus belajar ya; I love you all...

Jumat, 14 Agustus 2009

Surat untuk ananda tercinta...



Bekasi, 5 Agustus 2009

Untuk Ananda Tercinta,
Haya Rizqa Robbania.

Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Semoga tercurah segala nikmat dan hidayah Alloh SWT bagi kita semua. Satu hal yang selalu Bunda dan Bapak syukuri adalah kehadiran seorang Haya di keluarga ini. Semakin hari semakin tumbuh, men-dewasa. Tidak terasa sudah sembilan tahun berlalu, kini menjadi lebah kecil yang cerdas dan cantik.

Besar harapan kami, kakak Haya bisa tumbuh menjadi wanita sholehah, yang mampu menjadi pelita bagi keluarga ini. Segala cita-cita moga dapat teraih, hingga caHaya itu tidak hanya bersinar untuk keluarga ini, melainkan juga bermanfaat bagi bangsa, negara dan Islam.

Sun sayang.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Bunda dan Bapak

Selasa, 13 Januari 2009

Palestina di mata anak2-ku

Setiap mau jajan, Haya sibuk menanyakan ".. bunda, ini produk Amerika nggak??"
dia sudah paham, jangan-jangan ada uang kita yang ikut dibelanjakan untuk membeli peluru-peluru Israel yang ditembakkan ke anak-anak Palestina;

Lain halnya dengan Bunga: waktu menyambut kami pulang dari kantor, dengan penuh senyum kemenangan dia bercerita, "Bapak, ngerti nggak?? Israel salah nembak temennya sendiri... lagian mereka jahat sih... nembakin anak-anak palestina.."

Ini jelas hasil pengajaran Bundanya, tentang bagaimana iman diletakkan dalam hati, dalam emosi, dalam pemahaman mereka tentang ukhuwah Islamiyah... tentang saudara se-iman itu laksana satu tubuh... semoga, perasaan ini pula yang bisa muncul di hati para pemimpin arab... tidak ada salahnya mereka belajar dari anak-anakku; lebah kecil dan bunga mungil-ku.. aku bangga menjadi ayah kalian. sun sayang!!

Minggu, 14 Desember 2008

kupu-kupu cantik-ku


ini Kupu-kupu Cantik-ku;
dia panglima laskar penjaga "cinta" di "rumah surga kita
hmmm...

lebah kecil-ku


ini Haya Rizqa Robbania; putri rezeki dari tuhan....
dia suka dipanggil Lebah Kecil;
lebah binatang yang lembut, manis, namun siap menyengat lawan yang menyerang...
bidadari sulung-ku,
karateka dia pelajari....
siap menjadi pilar penjaga para penghuni "surga kita"
nak, tetap jaga kami ya...
jaga solat wajib dan rawatib-nya...
Sun cinta!....

bunga mungil-ku;



ini bunga fahma amalia, bidadari-ku yang kedua...
pengingat bahwa pemahaman dan amal perbuatan mestinya berjalan beriringan... bunga pemahaman = amal perbuatan;
dia bagian dari surga kecil-ku, teriakkan2nya ketika aku berangkat... "Bapak, hati2 ya... pulangnya malam atau pagi..??"
hiks...
rasanya berat meninggalkan mereka... namun "tugas" mesti dijalani....
kelelahan kadang sirna oleh senyum-nya...
jazakillah, jundiyah kecil-ku.. sun sayang!!

Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...