Kamis, 21 Juni 2018

nalar sadar

di tengah kobaran api
kilat parang kata terhunus
semburat caci berkemas basa basi
sudah berhadap hadapan.

mengapa kau melawan?

aku tidak sedang melawan, hanya menjaga diri, untuk tetap punya nalar sadar
agar sanggup sikapi wajar polah kedholiman yang menyebar penuh ingar bingar

hanya bertahan
kutuliskan gelisah ini
dan kutitip pada belalang di rerumputan tepian jalanan
bagaimana ia bertahan
pada buruknya cuaca
angin kotor asap motor
juga lembab basah hujan yang malu malu di mula kemarau.

Cawang, 25042018
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...