berjalan gelap
berpegangan tangan saja
mengais ais sumber cahya
tak satu pun
retina terberangus gelap yang absolut
hanya aroma
menjadi panduan
aroma semen nyaris kering
juga serpih debu bebatuan
bersama yakin, ada bangunan baru
tak jauh
perlahan terus berjalan
mengendus
entah sampai kapan
ketidaktahuan demikiam pekat
melumat
tandas.
jatibening, 03052018
Poetoe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar