Selasa, 30 Mei 2017

Cahya malam

Kita bersandar pada sopan dan tabu
Menunduk dan senyum secukupnya
Melupakan binar binar keonaran yang tertahan
Walau pasti semua telah sama terbaca
Pada detik
Pada jeda nafas

Namun

Berlalu saja

Bukankah ini binatang buas yang telah kita mengerti bahayanya
Jadi pastikan kerangkeng itu terkunci
Dan nikmati semua dalam batas
Rantai yang dingin kokoh

Duh

Bahkan pada tanda waqof itu tak sempat aku bubuhkan percakapan.

Selamat malam.

Poetoe 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...