Rabu, 19 November 2014

senja merinai

Sekejap waktu linglung...
Kehilangan pegangan, ia ada di kini, tadi atau nanti
Saat senyum itu lepas dari busur
Anak panah yang menancap tanpa kuasa kutahan
Bergetar
Sekarat hati
Tergeletak saja.... mananti nanti
Sampai waktu kembali tersadar. Ia masih ada di kini, setelah tadi dan sebelum nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...