Kamis, 17 Desember 2009

MEMBACA “KYOTO MONOGATARI”

membaca cerpen ini, terpikirkan betapa nisbi-nya pengetahuan yang kita miliki.... http://sukab.wordpress.com/2007/05/16/kyoto-monogatari/

cerita tentang penulis yg melihat seorang perempuan di tengah hujan salju....
hmmm... terbuat apa dari apakah kenangan?
hehe, aku merasa si penulis sedang bertutur tentang waktu yang berlalu, pengetahuan kita yang memang hanya segitu.. dan khayalan kita yang kadang seenaknya mendistorsi kebenaran dalam isi kepala...

“Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan, dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini?
Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan, daun berguguran, ombak menghempas, senyuman yang manis, langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan; tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu, membuat masa lalu tak pernah berlalu, bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. (Seno Gumira Ajidarma)”


Apalagi ketika penulis tambahkan satu informasi tentang seorang perempuan yang ia kenal di Kyoto, namun sang penulis membuat informasi itu "menggantung".... semakin membuktikan bahwa pengetahuan kita memang sangat terbatas. Dan keterbatasan pengetahuan kita itu justru menciptakan kesadaran bahwa kita memang manusia... dan disitulah keindahannya.

"Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.
Sayang sekali, aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis puisi

Saat rindu serupa perdu Cinta menjelaga Kenangan menggenang di ceruk benak Bagaimana bisa aku tanpa puisi.... Seperti memunguti terseraknya ...