Kamis, 29 September 2016

Nyanyi sepi

kita tak menyangka, bahwa kita sudah sampai pada tepi tiang birama
saat sunyi kuasai diri, menghentikan rangkaian nada yang riuh sedari kemarin....

kita tak menduga, bahwa buritan kapal telah menyentuh tepian dermaga, namun bukan di pelabuhan yang kita inginkan
lalu seorang penyair memanjat tiang layar dan berseru
"Tak semua harapan itu dapat kita temukan di buku Kenyataan..."
....
tak ada tepukan tangan, tak ada sorak sorai.
sepi saja.

dan kita hanya memandang saja, pandangan mata yang tak memandang apa apa sebenarnya,
hanya memandang pada diri saja
mungkin memang bukan saatnya saling menunjuk....

dan.... "Cut..."
Sang Sutradara hentikan fragmen ini secara paksa.

Semakin Sunyi.

Pancoran, 29/09/2016
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

romantika langit pagi

berkendara dan kau di belakangku hela nafasmu bersama angin pagi mengeroyok leher belakangku aku terpesona oleh segarnya dan langit pagi tak...