Masih saja, tema "kematian" itu mendatangi aku. Dua orang tetanggaku meninggal dalam hari yang sama. Setelah sebelumnya seorang teman kantor meninggal, dan dia sedang mengandung 8 bulan anaknya. Tragis. Sebuah taujih yang beruntun, agar aku lebih dzikrul maut... hiks...
Entah mengapa, kemarin senja...aku justru didatangi mimpi dengan tema baru. "Kelahiran", "Hamil".... hmmm... ini adalah tema hidup lain yang tidak kalah dramatis dengan tema "Kematian". Bayangkan saja, ada kehidupan berdetak dalam perut kita.... berdenyut, memperdengarkan harapan, atas hidup baru... ada cinta, romansa, kehangatan, walau ada pula kepedihan, kepenatan, capek.... namun tetap saja indah bukan??
Mungkin saja ini fragmen baru, setelah cerita2 kematian itu.... teringat al-Mulk ayat 2: "Alloh yang mencipta Kematian dan Kehidupan untuk menguji, siapa yang lebih baik amal perbuatannya..."
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bisa Jadi Prolog
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
hari ini, bertambah lagi tema2 kematian itu....
BalasHapusseorang temen kantor, meninggal di bawah meja kerjanya, tertidur dari pukul 9 pagi, menjelang 1/2 5 sore baru ketahuan teman2nya, ternyata dia sudah meninggal.
hmmm... nasihat yang diam.