Rabu, 29 Oktober 2008

Perjalanan

hidup itu perjalanan saja. menuju ujung langit. di perjalanan itu, mentari kadang membakar isi hati, kadang hangatkan jiwa, kadang juga, membantu aku memasak cinta jadi karya.
angin bertiup menampar muka, membawa debu dan kerikil2 tajam, menorehkan luka di ulu jiwa, namun kadang anginlah yang membawa kesejukan, berhembus perlahan, kepada mimpi yang bergejolak... anginlah yang meredakannya.dan embun pagi yang tersisa, sejukkan telapakku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

romantika langit pagi

berkendara dan kau di belakangku hela nafasmu bersama angin pagi mengeroyok leher belakangku aku terpesona oleh segarnya dan langit pagi tak...