Senin, 02 Juni 2008

berbicara sendiri...

Selalu saja terasa berat, tinggalkan kebiasaan yang berdalih keniscayaan. seperti gerak hati, yang sering kita bela "wajar dong, kalau hati itu berbolak-balik" atau... dengan kalimat "iman-kan kadang bertambah kadang berkurang..." walau sesaat kita juga sadar, bahwa istiqomah adalah implementasi keimanan. bukti nyata bahwa kita telah membenarkan dalam hati, menyatakan dengan lesan, dan siap mengamalkan dengan segala rukun2 yang disyaratkan.

Namun bagaimana harus memulainya?? setiap aku berazam untuk meninggalkannya, justru yang muncul kesempatan untuk mengabadikan kemaksiyatan. bahkan kadang, secara tak sadar... aku membangun suasana yang mendukung untuk memberi ruang pada kemaksiyatan itu datang bertandang. Hingga hari ini, aku ingin mengakhirinya... bantu aku ya, aku takut tidak sanggup abaikan godaan... kau tahu, aku sering memanjakan hati, hingga syetan itu tak mudah mati dalam hati...

Malu juga ya, sejak dulu masalah yg timbul adalah kesenjangan antara ilmu dan amal, yg dipahami dan yg dijalani berbeda... sedih!!

inget suroh Ash-shof ayat 2-3, dosa besar di sisi Alloh, mengatakan sesuatu yang tidak dilakukan...

(2) Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (3) Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Lalu bagaimana??

butuh strategi, sikap, dan sistem yang kondusif.

Strateginya: pake analisa SWOT, karena kelemahanku di hati yg gampang goyang kanan kiri... so kudu disiplin, jangan abaikan dosa2 kecil, karena itu pintu ke arah dosa2 yg lebih besar...

Sikap: butuh tekad yg lebih kuat. untuk berkata: TIDAK kepada kemaksiyatan dalam bentuk apapun. Hindari ruang dan kesempatan untuk kembali kepada kemaksiyatan, jangan malah ciptakan kesempatan.

Sistem: kembalikan komunikasi keluarga yg kondusif, perbaharui cinta pada istri, ambil simpati istri... jangan sekedar sibuk mencintainya...

Semoga sukses, Put!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...