Ini tentang pelajaran yang aku dapatkan di 24 jam terakhir...
Pertama, menukil satu kalimat bos-ku saat pulang kantor, "Dunia itu lucu ya, mas...." saat melihat betapa orang-orang itu begitu semangat mengejar "dunia", sementara melupakan bekal mereka di akhirat. Saat itu aku hanya diam. Diam membenarkan.
Kedua, esok harinya, saat aku berangkat kantor, mendengarkan satu lagu judulnya "Cintamu Sepahit Topi Miring" di Album HIPHOPDINENGRAT yang diambil dari Puisinya Sindhunata. Isinya semacam sinisme atas kehidupan.
Memang enak jadi wedhus daripada manusia
bila mati, manusia dikubur di gundukan tanah
kepalanya dikencingi wedhus yang merumput
Nasib manusia, hanya sengsara, sampai akhirnya
mengapa kita, mesti bersusah?
Ketiga, khutbah Jum'at siang tadi... dengan materi kisah percakapan Ulama Abdullah bin Mubarok dengan seorang wanita yang tidak mengucapkan sepatah kata pun kecuali ayat2 Al-Qur'an selama 40 tahun... Subhanalloh. Yang terfikir olehku, adalah... kehati-hatian wanita tersebut, dalam menjaga lisannya. hiks...
Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, bahwa kehidupan dunia menjadi begitu dominan dalam isi kepala kita. Sepanjang hari, disibukkan dengan mencari nafkah. Sibuk dengan rencana-rencana masa depan yang "dunyawi" semata. Di sisi lain, kita lalai dalam menyiapkan bekal kita di akhirat. Tidak ada perencanaan yang "serius" untuk menyambut kehidupan kita di akhirat kelak. Sementara, dunia justru menyuguhkan berbagai macam kepalsuan.... bahkan media hanya menjual propaganda yang provokatif, berita sarat dengan ghibah juga fitnah. Hiks, terbayang begitu jauh dari lisan wanita yang bertemu dengan Abdullah bin Mubarok tersebut di atas.
Lalu atas amanah yang begitu banyak, yang mungkin terlalaikan... rasanya memang pantas kita menangisi itu semua semalaman, bahkan seharusnya lebih dari semalam... karena teramat banyak dosa kita; dosa kolektif kita. Menyiakan amanah, menebar dusta, dan menyembunyikan kebenaran. Hiks. Wallohu a'lam.
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bisa Jadi Prolog
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar